Telkom Siap Lakukan Grand Launching UseeTV & Konser 40 Tahun Eros Djarot

 

Telkom siap menggelar Grand Launching UseeTV bersamaan dengan pertunjukan seni 40 Tahun Eros Djarot berkarya pada 14 Februari 2014 mendatang di Plenary Hall Jakarta Convention Center.

Hal itu dikatakan EGM Divisi Convergance Achmad Sugiarto, saat jumpa pers bersama Erros Djarot, Jay Subiakto, Erwin Gutawa, serta artis pendukung lainnya, di Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia-West Mall lantai 8 Jakarta, Rabu siang (29/01).

Ia menambahkan Telkom mempunyai cita-cita di mana UseeTV menjadi Kingdom Digital Media dan juga mempercepat media inspirasi di seluruh Indonesia.

“Semoga UseeTV menjadi rumahnya industri kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Eros Djarot mengucapkan terima kasih pada Telkom yang telah mensponsori pagelaran ini. Di konsernya nanti, Erros akan menampilkan lagu-lagu yang ia ciptakan. Ia mengatakan Grup band The Sigit dari Bandung akan membawakan lagunya yang ia ciptakan pada saat berusia 26 tahun. Ia mengaku sudah sedikit lupa dengan beberapa lagunya.

Kemudian ia mengungkapkan, pada waktu ia menjadi pimpinan redaktur tabloid Detik yang dibredel, dirinya sempat menciptakan 8 buah lagu. Sedangkan untuk pemetasan ini, ia diminta menciptakan lagu baru judulnya Valentine, karena konsernya nanti bertepatan hari valentine.

“Itu diprotes lewat sms oleh Jay, kok lagunya masalah cinta, tidak Eros banget. Buat lagu yang membangkitkan kembali semangat Indonesia. Berkat arahan beliau, maka saya rubah dengan judul Indonesia dengan Special Dedicated,” ungkapnya.

Eros berharap keuntungan dari pagelaran ini akan disumbangkan kepada para korban musibah banjir. Menurutnya ini adalah bentuk dari rasa kemanusiaan dan empati mereka sebagai sesama Warga Negara Indonesia untuk membantu para korban banjir.

“Selamat menonton,” tandasnya.

Erupsi Sinabung, TelkomGroup Bangun 11 Posko & 5 Mobil Tangki Air Bersih

Guna membantu masyarakat yang tertimpa bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara, TelkomGroup telah mempersiapkan Posko Layanan Terpadu sejak sebulan lalu. Posko ini ditujukan untuk membantu penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung. Posko yang disiagakan 24 jam ini merupakan antisipasi BUMN tersebut mengingat jumlah pengungsi yang makin meningkat seiring intensitas erupsi akhir-akhir ini.

“Kehadiran Posko TelkomGroup Peduli diharapkan dapat membantu warga masyarakat untuk berkomunikasi, karena kami menyediakan layanan telekomunikasi gratis,” jelas EGM DTB Prasabri Pesti di Kabanjahe, Rabu (22/1).

Prasabri mengungkapkan, Posko TelkomGroup Peduli memiliki fasilitas komunikasi yang dapat digunakan para pengungsi, di antaranya layanan telekomunikasi mencakup layanan komunikasi suara (telepon) baik lokal maupun interlokal ke sesama telepon rumah/kantor maupun ke pengguna telepon seluler Telkomsel. Selain itu, disiapkan juga akses internet secara gratis melalui WiFi dan modem.

Lebih lanjut dikatakan, TelkomGroup menyediakan Posko-Posko Layanan Terpadu yang tersebar di Posko Masjid Agung Kabanjahe, Universitas Karo, GBKP Kota Kabanjahe, Gereja Paroki Jalan Irian Kabanjahe, UKA Jalan Ketaren Kabanjahe, Masjid Isharah Brastagi, GBKP Brastagi, KWK (Kursus Wanita Kristen) Brastagi, GBKP Klasis Jalan Udara 199 Brastagi, dan Posko Utama DPRD Jalan Veteran dan Jambur Taras.

“TelkomGroup juga telah menyalurkan bantuan secara langsung ke posko pengungsian berupa sembako dan obat-obatan. Begitu juga dengan penyediaan air bersih melalui penyebaran 5 mobil kepada 9 titik pengungsian selama 60 hari  ke depan. Jumlahnya 6.500 liter per mobil,” imbuh Prasabri.

Adapun 9 titik lokasi tangki bantuan Air bersih TelkomGroup tersebut berada di Masjid Agung Kabanjahe, Jin. Veteran, Paroki Jin. Irian, GBKP simp-6 Jin. Mariam Ginting, Gereja Katepul Jin. Katepul Kabanjahe, UKA-1 Ds. Ketaren, UKA-2 Ds Ketaren, Masjid Isahrar, Jl. Mejuah-Juah Berastagi, Jambur/Los Ds. Sempajaya, Peceren, dan di GBKP Kota Kabanjahe.

Selain menyediakan layanan telekomunikasi gratis, TelkomGroup juga menyiapkan bantuan tanggap darurat lainnya untuk meringankan penderitaan warga, diantaranya televisi untuk posko pengungsi, antena, makanan dan minuman cepat saji, nasi bungkus, serta obat-obatan yang telah disalurkan Telkomsel.

Terkait ketersediaan layanan telekomunikasi, TelkomGroup sudah menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan layanan telekomunikasi tidak mengalami gangguan. Salah satunya, team Network Operation Telkomsel secara terus menerus memantau perkembangan performansi 140 BTS yang meng-cover wilayah Kabanjahe dan sekitarnya. Hal ini dimaksudkan agar Telkomsel sebagai anak perusahaan Telkom tetap dapat melayani pelanggan dengan baik terutama yang terdekat dengan Gunung Sinabung.

Pedul Banjir, BoD Telkom Kunjungi Posko GROJT

Air kiriman dari kawasan Kabupaten Bogor Jawa Barat, masih terus mengalir deras ke Jakarta. Diiringi curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras menyebar merata di hampir semua wilayah Jakarta yang mengakibatkan beberapa wilayah, terutama Kampung Pulo.

BoD Telkom yaitu Direktur ISP Indra Utoyo dan Direktur EBIS M. Awaluddin pada Selasa (21/1) turun langsung ke lokasi banjir. Dalam kesempatan itu mereka didampingi EGM DTB Pasabri Pesti, SL Witel Jakarta Timur Manager Akses Heri Samsiar, Manager USAS Deddy Herdjumadi, Koordinator Posko GROJT Telkom Care Siaga Banjir Witel Jakarta Timur Hikmat dan  Tim Posko Witel Jakarta Timur. Tim Peduli Karyawan, Tim Recovery Alpro, Tim Tanggap Darurat di Posko Pengungsian Gelanggang Remaja Olah Raga Jakarta Timur (GROJT) pun ikut serta melihat secara langsung Posko GROJT Telkom Care Siaga Banjir Witel Jakarta Timur yang didirikan sejak Jumat (17/1).

Posko GROJT sendiri menyediakan fastel secara gratis untuk pengungsi dan relawan di antaranya telepon, internet, UseeTV, charging ponsel, dan layanan pemeriksaan serta ibat-obatan.

Rombongan BoD merasa bangga terhadap kesiapan Tim Telkom Care Siaga Banjir Witel Jakarta Timur yang siap dan tanggap serta peduli dengan para korban banjir. Mereka juga berharap agar para pegawai serta mitra relawan tetap menjaga stamina dan tanggap terhadap alpro agar dapat berfungsi dengan baik.

Di kesempatan itu juga rombongan BoD melihat secara langsung pengungsi yang ditampung di GROJT sebanyak 2068 jiwa. terdiri dewasa 1684 jiwa, balita 272 jiwa, lansia 80 jiwa, dan ibu hamil 32 jiwa. Para pengungsi berasal dari Kampung Pulo, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Direktur ISP Indra Utoyo atas nama TelkomGroup menyerahkan bantuan berupa minuman segar, susu, dan bingkisan sembako yang secara simbolis diberikan pada Wakil Camat Jatinegara- Manson, Lurah Bidara Cina-Nasrudin, dan wakil salah satu pengungsi-Rachmat.

BoD berjanji akan terus memberi bantuan pada pengungsi dengan fasilitas fastel gratis dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hingga kondisi normal.

Rombongan BoD mendengar penjelasan dari Tim Kesehatan bahwa sejak berdirinya posko sudah sebanyak 190 orang pengungsi yang memeriksakan dan mendapat obat secara gratis bahkan sebanyak 4 orang dirujuk ke Rumah Sakit Budi Asih dikarenakan 1 orang Ibu Hamil yang keguguran, 2 orang terkenan DB dan 1 orang anak luka bocor karena terjatuh.

Rombongan berakhir dengan mengunjukan BTS Telkomsel di Gang Asem Bidara Cina dan mengunjungi warga yang terkena banjir dengan meberi bantuan yang sama.

Direktur HCM Kunjungi Karyawan TelkomGroup

Di hari yang sama Direktur HCM Priyantono Rudito mengunjungi Karyawan dan Pensiunan TelkomGroup yang terkena musibah banjir di daerah Kampung Pulo dan Kampung Melayu Kecil. Ia didampingi VP Industrial Relation Wien Aswantoro Waluyo, VP Human Capital Polity Sofyan Rohidi, OSM HRP-01 Irsyal Boiriza, SGM Telkom CorpU Tonda Priyanto, serta GM Witel Jakarta Timur M. Amperandus S, Manager War Room Agung W, Manager HR Witel Jak-Tim Gigih Hastanu.

Dalam kunjungannya Direktur HCM dan rombongan memberikan bantuan berupa sembako sebanyak 81 bingkisan kepada mereka. Mengingat situasi dan kondisi Jakarta yang terus turun ditambah air kiriman dari kawasan Kabupaten Bogor, Priyantono mengharapkan agar seluruh karyawan TelkomGroup lebih care dalam situasi banjir ini untuk saling bantu dan saling tolong menolong.

“Tidak saja pada sesama karyawan namun kepada warga yang terkena musibah banjir,” pintanya

Sesuai amanat CEO “the more you give, the more you get” Priyantono meminta para pegawai Telkom untuk tidak ragu berkontribusi pada bangsa dan negeri. Menurutnya, semakin banyak yang bisa diberi, semakin masyarakat akan cinta pada Telkom yang manfaatnya mereka cinta pada produk dan layanan Telkom.

Mensos Tinjau Posko Banjir Telkom

Menteri Sosial Salim Seggaf Al-Jufri mengunjungi Posko Layanan Terpadu Banjir Jakarta yang didirikan TelkomGroup di GOR Jakarta Timur. Kedatangannya tersebut langsung disambut oleh VP Public Relation Telkom Arif Prabowo. Pada kesempatan tersebut Mensos melalui internet, memantau ketinggian debit air pintu Katulampa di mana Telkom telah memasang CCTV.

Di Posko GOR Jakarta Timur, terdapat sekitar 400 ribu pengungsi. Di tempat ini juga dijadikan pusat dapur umum untuk mendistribusikan makanan ke seluruh Posko Banjir di wilayah DKI Jakarta.

Selain Posko Terpadu di GOR Jakarta Timur, TelkomGroup juga mendirikan posko di Kampung Melayu (di dekat Masjid Attahiriyah). Selanjutnya pada hari Minggu (19/01)Telkom menambah Posko Layanan Terpadu di Waracas Jakarta Utara.

Menurut Arif Prabowo Kehadiran posko layanan terpadu diharapkan dapat menjadi solusi untuk membantu warga yang memerlukan layanan telekomunikasi di mana banyak kesulitan mengisi baterai ponsel, kesulitan berkomunikasi dengan keluarga maupun kerabat dikarenakan ponselnya rusak terendam banjir.  Maka itu TelkomGroup menyediakan layanan telekomunikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat berupa telepon gratis dan akses internet, serta charger HP dan isi pulsa

Selain itu disediakan juga pelayanan pengobatan gratis hasil kerja sama dengan Yakes area Jakarta dan Tim Medis dari Telkomsel. Tercatat di GOR Jakarta Timur kunjungan pasien yang berobat ke Posko Terpadu TelkomGroup sampai pukul 15.00 WIB.

“Sebanyak 64 pasien dengan masalah penyakit ISPA, buang air, batuk pilek, pencernaaan dan sakit kulit,” tambah Arif.

Salim Seggaf Al-Jufri juga turut membantu di dalam posko tersebut dengan memeriksa kondisi badan pasien dengan stetoskop.

Sebelumnya pada Jumat malam (17/1), Ibu Kota Jakarta diguyur hujan dengan intensitas tinggi mengguyur bersamaan datangnya air kiriman dari hulu dalam jumlah besar. Hal tersebut membuat banyak rumah terendam sehingga memaksa warga mengungsi. Kampung Melayu dan Kampung Bidaracina (Jalan Otista) merupakan lokasi terkena imbas luapan Sungai Ciliwung di Jakarta Timur.

Telkom Berkomitmen Dukung Inex Bank BNI

Untuk mendukung International Expansion (Inex) Bank Negara Indonesia (BNI) ke beberapa negara, Direktur Enterprise & Business Telkom (EBIS) Muhammad Awaluddin didampingi General Manager Enterprise Service Segmen Banking Management Services Telkom, Sendy A. Kamesvara, melakukan pertemuan dengan BNI, Jumat (17/01) di Restaurant Satoo Hotel Shangri-La, Jakarta.

Dari pihak BNI, hadir Direktur Treasury dan Financial Institution BNI, Suwoko Singoastro, didampingi oleh Kepala Divisi Internasional BNI, Abdulah Firman Wibowo, dan Head of Overseas Branches BNI, Wan Andi Aryadi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Manager Sales BMS, Hengky Permadi, Senior Enterprise Account Manager BNI, Rudy Wibowo, dan Ria Farani.

Sesuai dengan instruksi Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, BNI telah ditunjuk menjadi koordinator program ekspansi ke Myanmar. Dengan semangat Sinergi BUMN, Telkom mendukung penuh rencana BNI ini yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada kedua BUMN. Komitmen Telkom dalam mendukung ekspansi internasional BNI merupakan salah satu bentuk implementasi dari program International MNC Expansion (IMEX) Divisi Enterprise Service.

IMEX adalah program Flagship Divisi Enterprise Service yang merupakan program penyediaan solusi ICT sebagai partner perusahaan nasional untuk mendukung ekspansi usaha ke luar negeri. IMEX merupakan turunan dari salah satu mahakarya Direktorat EBIS, International Business Expansion yang merupakan penurunan 3 program utama CEO Telkom yang ke-tiga, yaitu International Expansion.

Bank plat merah ini akan memasuki bisnis di Myanmar dimulai dengan metoda pendekatan Capacity Building yang meliputi kegiatan sharing terdiri dari pentingnya implementasi ICT di bisnis perbankan dan dukungan telco dalam pengembangan bisnis perbankan.

Untuk menindaklanjuti rencana INEX Myanmar ini, Tim Telkom dan Tim BNI secara intens melakukan persiapan agar kegiatan CapacityBuilding tersebut dapat dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari 2014 mendatang. Selain Myanmar, pada tahun ini BNI memprioritaskan diri untuk mengembangkan sayap ke Arab Saudi (Jeddah).

Dir EBIS Luncurkan Program SME Indonesia Bisa

 

Direktur Enterprise and Business Service M. AwaluddinSmall Medium Enterprise (SME) Indonesia Bisa di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Tanggulangin Sidoarjo, Senin (13/1). Peluncuran dengan tajuk “Bangkitkan Inovasi dan Semangat Wirausaha” tersebut dilakukan Awaluddin bersama Deputy Bidang Produksi Kementrian Koperasi Bram Setyo, Pakar Akademisi dari Incubator Bisnis UNAIR Drs. Bagong Suyanto, MSi, pelaku bisnis dari komunitas INTAKO Syihabuddin, dan pelaku online Agus Maksum

Dalam keterangannya, Awaluddin menyampaikan bahwa program SME Indonesia Bisa ini merupakan progam pengelolaan 100 sentra UKM di seluruh Indonesia melalui penyedia solusi ICT secara mudah, murah dan manfaat. Sehingga diharapkan nantinya bisa tercipta para pelaku-pelaku UKM yang 3M yakni Maju, Modern, Mandiri seperti halnya spirit yang disemboyankan Kementrian Koperasi Indonesia.   

Program SME Indonesia Bisa ini sendiri menurutnya telah diawali sebelumnya melalui pilot project secara terbatas pada tahun 2013 dengan menggarap 20 sentra UKM di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Serang dan Kerawang dan kini akan diperluas di seluruh Indonesia.

“Telkom semakin fokus dalam menggarap pasar bisnis UKM. Target kami 500 ribu pelaku UKM bergabung di tahun 2014 ini dalam program IndiPreneur,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa yang mendasari program SME Indonesia Bisa adalah keinginan Telkom dalam mendukung program pemerintah dan pelaku UKM Indonesia untuk melaksanakan modernisasi dan meingkatkan kompetensi UKM Indonesia.

“Kami meyakini bahwa dengan memanfaatkan ICT, UKM semakin produktif, inovatif, dan kreatif sehingga akan memiliki daya saing dalam menghadapi globalisasi serta meningkatkan kontribusi UKM dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” lanjut Awaluddin.

Ia kembali menambahkan, memasuki tahun 2014 Telkom kembali meluncurkan program untuk lebih focus menggarap sector UKM melalui tiga revenue driver yakni Small Office Home Office (SOHO), Business Solution for Community (BSC) dan Digital Media Solution.

“Telkom menargetkan akan menyasar 10 ribu untuk segmen SOHO,” cetusnya.

Dan khusus untuk sentra UKM tambahnya akan dibedakan menjadi dua kategori yakni sentra UKM berbasis perdagangan dan sentra UKM yang berbasiskan industri. Seperti halnya Tanggulangin ini menurutnya merupakan sentra UKM yang basisnya sentra industri.

Kemudian untuk BSC sendiri, Telkom meluncurkan SME Indonesia Bisa guna meningkatkan kompetensi dan nilai kompetitif UKM Indonesia menjadi lebih inovatif, produktif dan kreatif melalui pemanfaatan ICT. Dan dalam melakukan pemasaran produk di lokasi SME Indoesia Bisa, Telkom menerapkan strategi Paradox Marketing More For Less.

“Pelanggan UKM akan mendapatkan layanan ICT yang lebih komprehensif dan lebih baik namun dengan harga yang lebih kompetitif. Dari 100 sentra UKM yang terpilih, diharapkan 70 % UKM dapat menikmati layanan berbasis voice dan SMS (selular Telkomsel) serta 30 % memanfaatkan aplikasi (hardware dan software),” paparnya.

Lebih lanjut Awaluddin menyampaikan bahwa tahun ini Telkom menargetkan 500 ribu UKM dan diharapkan dapat menjadi 1 juta UKM di tahun 2015. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan insentif kepada UKM untuk mempromosikan UKM dan produknya melalui directory service www.smartbisnis.co.id termasuk pembuatan website mudah secara gratis.

Secara terpisah kepada para wartawan, GM Witel Jatim Tengah Timur (Sidoarjo) M. Nasrun Ihsan menambahkan bahwa untuk Sidoarjo sendiri dengan potensi SME yang beraneka ragam, Telkom akan fokus per triwulan dalam menggarap SME sesuai dengan skala prioritas dari sisi ukuran dan pemahaman terhadap teknologi informasi.

“Jika di triwulan 1 ini akan lebih difocuskan ke industry tas dan koper, di triwulan 2 akan diarahkan ke industry batik, sepatu sandal, border, dan triwulan 3 ke industry bandeng asap, ikan asin dan ikan asap serta sisanya akan digarap di triwulan 4,” pungkasnya.

Kedepan, ia menambahkan Telkom sudah mengalokasikan berbagi macam pelatihan untuk SME di Sidoarjo dengan kebutuhannya, setelahnya akan dimasukkan ke dalam directory service http://www.smartbisnis.co.id. Telkom menargetkan 100 % UKM yang ada di Sidoarjo dapat dimasukkan kedalam directory service, dengan harapan akan memudahkan para pelaku bisnis SME ini yang sudah go online untuk menjalankan aktivitas bisnis dan siap untuk bersaing di pasar global.  

Secara simbolis, peluncuran program ditandai launching logo SME Indonesia Bisa yang dilakukan Deputy Bidang Produksi Kementrian Koperasi Bram Setyo didampingi Dir EBIS M. Awaluddin. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU implementasi program SME Indonesia Bisa di Sidoarjo yang kali ini dilakukan oleh GM Witel Jatim Tengah Timur (Sidoarjo) M. Nasrun Ihsan dengan perwakilan Pelaku Bisnis dari komunitas INTAKO Syihabuddin yang disaksikan langsung Dir. EBIS M. Awaluddin dan Deputy bidang Produksi Kementrian Koperasi Bram Setyo.

Peluncuran program SME Indonesia Bisa ini dilakukan dalam forum media gathering dan dialog dengan beberapa narasumber diantaranya dari yakni Kementerian Koperasi, akademisi, pelaku bisnis dan pelaku online dengan diikuti para awak media baik itu media cetak, online dan televisi dari Surabaya dan Sidoarjo.

Telkom Raih Sertifikat MEF – CE 2.0

Upaya untuk senantiasa selalu memberikan pelayanan dengan kualitas yang terbaik kepada pelanggan kini mulai membuahkan hasil. Beberapa waktu lalu Telkom meraih pengakuan internasional berupa sertifikasi Layanan Premium Ethernet MEF-CE 2.0 dari Metro Ethernet Forum (MEF). Telkom merupakan service provider pertama di Indonesia yang meraih serifikasi MEF CE 2.0,  keempat di Asia., dan ketiga  belas di dunia.

Penyerahan sertifikasi MEF CE 2.0 dilaksanakan di Executive Room GMP, Kamis (5/12) oleh Chief Operations Officer (COO) MEF Kevin Vachon kepada Direktur Network & IT Solutions (NITS) Rizkan Chandra dan disaksikan Komisaris Telkom Johny Swandi Syam Serta President Direktur PT. Multipolar Technology Tbk Hari Sujono Suwarno.

Acara yang  juga dihadiri Senior Leader TelkomGroup dan Mitra, yakni CTO Telkomsel Abdus Somad Arief, CEO Mitratel Edi Irianto, EGM Broadband Arief Mustaim, EGM Netbro David Bangun. Sementara dari mitra tampak Presdir of Alcatel Indonesia Bobby Rasyidin, Presdir of Huawei Tech Investment, dan Presdir of Datacomm Dian Graha Tan Wie Tjin.

Dalam sambutannya Dir NITS Rizkan Chandra menjelaskan, sertifikasi Metro Ethernet Forum- Carrier Ethernet 2.0 (MEF CE 2.0) adalah bukti kehandalan dan kualitas layanan Ethernet Telkom. Dengan diperolehnya sertifikasi tersebut sekaligus menjadikan Telkom sebagai service provider bertaraf internasional, karena telah diakui secara global dan memungkinkan Telkom untuk dapat merambah ke pasar dunia.

“Jaringan Ethernet Telkom menyediakan layanan komunikasi terintegrasi bagi korporasi yang memungkinkan layanan komunikasinya di dukung oleh berbagai layanan teknologi informasi yang disediakan Telkom seperti Data Center, Disarter Recovery Center (DRC), dan Cloud Computing,” sebutnya.

Ia kemudian menyebutkan bahwa Telkom saat ini menjadi market leader pada layanan-layanan tersebut.

MEF sendiri merupakan organisasi internasional yang sejak 2001 mengembangkan, memasarkan, dan menetapkan standar global bagi layanan operator Ethernet. Beranggotakan lebih dari 221 perusahaan global, MEF memiliki kewenangan memberikan sertifikasi melalui uji laboratorium yang ketat sebagai acuan bagi penyedia layanan ethernet di seluruh dunia. Poses pengujian di lakukan secara independen oleh lometrik, sebuah lembaga pengujian bertaraf international.

Adapun Standarisasi Carrier Ethernet (CE) 2.0 mendifinisikan Next Generation Carrier Ethernet dengan konsep standarisasi “multi–CoS (Class of Service)”, interkoneksi dan kemudahan manajemen hingga delapan jenis services. Melalui standarisasi, pelanggan mendapatkan jaminan bahwa produk Metro Ethernet yang disediakan Telkom telah sesuai dengan standar mutu internasional, tidak hanya di level perangkat yang digunakan termasuk delivery layanannya. Secara operasional, standarisasi ini memungkinkan pelanggan mendapat kepastin konsistensi kualitas dan atribut layanan baik regional maupun internasional.***mulest/Comm RegJKT